SIKAP Beraksi: Bibit Sayuran Ditanam, Lahan Sekolah Disulap Jadi Produktif

Jurnalistik Warna: Mamlu'atul Azizah
Screenshot 2026-09-25 202501

Ngadiluwih, 25 September 2026 — SMAN 1 Ngadiluwih melaksanakan penanaman sayuran serentak dalam rangka Program SIKAP pada Jumat (25/9) pukul 08.00 WIB hingga kegiatan selesai. Kegiatan yang berlangsung di lahan SIKAP, tepatnya di depan kelas X-2 hingga XII-5, diikuti oleh perwakilan berbagai ekstrakurikuler, pembina, serta beberapa guru. Penanaman dilakukan dengan menanam berbagai bibit sayuran sebagai bentuk pemanfaatan lahan sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, setiap ekstrakurikuler mendapatkan pembagian jenis tanaman untuk ditanam. OSIS menanam 10 bibit tomat, MPK menanam 10 bibit terong, sedangkan Voli dan Futsal menanam 8 bibit bawang prei. Pramuka menanam 10 bibit cabai, PMR menanam 10 bibit tomat, sementara SKI, Banjari, Baca Al-Qur’an, Jurnalistik dan Fotografi/Videografi, serta Paskibra menanam brokoli. Beberapa ekstrakurikuler lainnya, seperti PIK-R, KIR, Bina Vokalia, Teater/Drama, Musik Akustik, Karawitan, dan Seni Tari, turut menanam bawang prei sesuai pembagian yang telah ditentukan.

Melalui penanaman sayuran serentak ini, Program SIKAP diharapkan dapat menjadi wadah untuk membangun kerja sama dan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan. Perawatan tanaman secara berkelanjutan juga diharapkan dapat membuat siswa memahami bahwa menjaga lingkungan membutuhkan tanggung jawab dan konsistensi. Tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tanaman yang tumbuh nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga SMAN 1 Ngadiluwih. Dari bibit yang ditanam bersama, diharapkan tumbuh tanaman yang memberi manfaat bagi sekolah dan menjadi langkah kecil dalam menciptakan lingkungan yang lebih produktif.

Selain bibit sayuran, sekolah juga menyediakan satu karung pupuk kandang untuk beberapa kelompok guna menunjang pertumbuhan tanaman. Setiap perwakilan ekstrakurikuler bersama pembina dan guru melakukan penanaman secara langsung di lahan yang telah disediakan. “Kegiatan ini diharapkan dapat membuat siswa lebih peduli terhadap lingkungan dan lebih bertanggung jawab dalam merawat tanaman yang telah ditanam,” ujar salah satu pembina ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar memanfaatkan lahan sekolah melalui kegiatan yang sederhana, tetapi memiliki manfaat jangka panjang.