Menjemput Sejarah 81 Tahun Indonesia Merdeka: Murid SMAN 1 Ngadiluwih Belajar Arti Kemerdekaan dari Rumah Pak Sisman, Veteran 86 Tahun
Selasa, 18 Agustus 2026
Jurnalistik Warna: Aisy Yasmin Wafa
Kunjungan Ibu Firstina Husniya Wury, S.Sos.,M.Pd. dan Peserta Didik SMAN 1 Ngadiluwih ke Kediaman Bapak Siswan Seorang Veteran Perjuangan Bangsa. (Cameramen : Rifky Pratama Putra)
Ngadiluwih, 17 Agustus 2026— SMAN 1 Ngadiluwih. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para murid melaksanakan kegiatan “Murid Menjemput Sejarah” dengan mengunjungi rumah mantan veteran, yaitu ke kediaman Bapak Siswan. Kegiatan tersebut didampingi oleh Ibu Firstina Husniya Wury, S.Sos., M.Pd., Bapak M. Cahyo Wiso Utomo, S.Pd., Ibu Aprilia Erma Rosita Dewi, S.Pd.,Gr, Bapak Shofa Ahmada Alawy, S.Kom, dan Bapak Yoga Adi Purwanto, S.Pd. Bapak Siswan yang kini berusia 86 tahun merupakan seorang mantan prajurit berpangkat Sersan I.
Melalui kunjungan ini, para peserta didik berkesempatan mendengarkan secara langsung kisah perjuangan dan pengabdian beliau. Bapak Siswan menceritakan bahwa dirinya mulai bertugas sebagai prajurit pada tahun 1962 di Irian Barat dalam menghadapi Belanda. Beliau juga mengikuti Trikora (Tri Komando Rakyat) dan menjalankan tugas di wilayah Kalimantan yang merupakan peristiwa paling genting bagi beliau, karena peluru/bom yang berlalu lalang di kawasan perbatasan Malaysia kala itu. Selain itu, Bapak Siswan pernah ditugaskan dalam perjuangan menghadapi Malaysia melalui Dwikora (Dwi Komando Rakyat). Beliau juga menjalankan tugas di Timor-Timor selama tiga tahun sebagai bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Beliau pensiun pada tahun 1986. Kisah perjuangan Bapak Siswan memberikan pengalaman berharga bagi para peserta didik dalam memahami sejarah perjuangan bangsa secara langsung. Para peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai berbagai penugasan yang pernah dilakukan, tetapi juga belajar menghargai jasa para pejuang dan veteran. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mendengarkan pengalaman dari seseorang yang pernah terlibat langsung dalam berbagai penugasan. Semangat dan pengabdian Bapak Siswan menjadi inspirasi agar generasi muda tidak melupakan sejarah bangsa.
Di akhir pertemuan beliau berpesan, “Saya berpesan kepada generasi muda agar selalu mengikuti dan menaati segala aturan serta arahan dari pemerintah. Saya juga berpesan agar generasi muda menjauhi barang-barang terlarang, seperti narkoba dan minuman keras, yang dapat merusak masa depan,”. Selain itu, beliau berharap generasi penerus mampu meneruskan perjuangan para pendahulu dengan melakukan hal-hal positif bagi bangsa dan negara. Kegiatan “Murid Menjemput Sejarah” menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para veteran sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.
Desain Grafis: Denis Setya
Editor: Meisya Nasywa Aprilia
